Tentang

SEJARAH KELURAHAN LALOEHA, KECAMATAN KOLAKA, KABUPATEN KOLAKA, SULAWESI TENGGARA

Kelurahan Laloeha yang terletak di Kecamatan Kolaka, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki asal-usul sejarah yang berkaitan erat dengan migrasi serta adaptasi masyarakat lokal terhadap lingkungan geografis dan sosial.

Asal Usul dan Migrasi Masyarakat Laloeha

Masyarakat Laloeha awalnya berasal dari daerah Latoma di Mowewe Utara. Mereka bermukim di sebuah pemukiman tradisional yang dikenal sebagai Kampung Tua Laloeha yang terletak di daerah pegunungan sekitar 7 km dari kelurahan laloeha saat ini. Pada tahun 1950-an, sekelompok Masyarakat Laloeha memutuskan untuk melakukan perpindahan tempat tinggal dan kemudian menyebar diberbagai penjuru daerah salah satunya adalah di kelurahan laloeha saat ini. Perpindahan ini dipimpin oleh seorang Kepala Lubang sebagai pemimpin lokal atau kepala kampung. Namun, dalam perpindahan masyarakat ini tidak serta merta meninggalkan Kampung Tua Laloeha, sebagian dari mereka masih menetap di kampung tua laloeha.

Kampung Tua Laloeha dulunya merupakan salah satu kampung yang berperan penting dalam berlangsungnya Kerajaan Mekongga karena pada masa Kerajaan Mekongga, Laloeha menjadi salah satu tobu dari 4 wilayah toono motuo (orang tua) dengan sebutan toono motuo laloeha/lalombaa . Kemudian ketika masuknya pengaruh Belanda terbentuklah 3 putobu tambahan. Pada tahun 1960-an mendekati tahun 1970-an kampung tua Laloeha benar-benar dikosongkan. Mata pencaharian utama Masyarakat pada saat itu bertumpu pada sektor perkebunan dan pertanian, kegiatan yang biasa dilakukan di lingkungan pegunungan. (Sarman, 2025).

  Sebelum diberi nama Laloeha, wilayah ini merupakan sebuah kampung yang panjang bernama Balandete, yang kemudian pada tahun 1989 terbentuklah Laloeha. Hal ini terjadi atas gagasan dan desakan dari para orang tua Kampung Laloeha yang terdiri dari 4 orang yaitu Hj.Badi ( Alm) , Hj. Dadi ( Alm), Hj. Saib (Alm), dan Hj. Sondeng (Alm). Yang menginginkan kampung ini berdiri sendiri dengan tetap menggunakan nama Laloeha yang kemudian difasilitasi oleh kandepkoprasi/ Dinas Koperasi untuk bertemu dengan Bupati Drs. H.Adel Berty (1998-2004) (Sarman, 2025). Kemudian pada tahun 2000 diresmikannya laloeha sebagai kelurahan hasil pemekaran dari Balandete atas dasar Peraturan Daerah Kab. Kolaka Nomor 18 Tahun 2000 Tentang Pemekaran Kel. Dan Kecamatan.

 

Etymologi Nama Laloeha

Nama "Laloeha" berasal dari tradisi lokal yang menggabungkan dua kata, yaitu "Lalo" yang berarti rumpun dan "Eha" yang Merujuk pada sejenis buah kecil berduri. Nama ini mencerminkan ciri khas dan kondisi lingkungan alami tempat masyarakat bermukim. Keberlanjutan penggunaan nama Laloeha setelah perpindahan menunjukkan pentingnya identitas sosial dan budaya yang tetap dipertahankan oleh komunitas tersebut meskipun berpindah tempat tinggal.

Kelurahan Laloeha   merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Kolaka, Kabupaten Kolaka. Kelurahan ini terdiri dari 5 RW & 14 RT dengan luas total 2.165 Ha    dan jumlah penduduk 6526 jiwa  . Setiap RW dikelurahan laloeha memiliki nama dan makna. RW 1 bernama  Tawatu  yang berasal dari kata Ato Watu yang artinya Atap yang terbuat dari batu; RW 2   bernama Pondui berasal dari kata mom bondui yang artinya membakar/membuat api ( api endometrium) yang berfungsi sabagai suar; RW 3 bernama Lamate-mate yang artinya Kali Mati. RW 4  Kolohipo, dan RW 5   bernama Tamalaki yang artinya Tentara Raja.

Redaksi : KKN REGULER BATCH II 2025

Copyrights © 2024 All Rights Reserved by:
info@kolakakab.go.id · 0823-4449-7673 · KominfoServiceDesk