Setelah melalui proses pembinaan Kelurahan Cinta Statistik (Kelurahan Cantik) di tahun 2024, Kelurahan Laloeha kini bersiap untuk melangkah lebih jauh dengan terus mengembangkan ketersediaan data dan tetap mengimplementasikan prinsip Satu Data Indonesia pada tahun mendatang. Program Kelurahan Cantik yang diluncurkan tahun ini telah berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat dan perangkat kelurahan tentang pentingnya pengelolaan statistik dalam perencanaan pembangunan, dan pencapaian ini menjadi pondasi kuat bagi langkah kelurahan menuju tata kelola data yang lebih terintegrasi.
Program Kelurahan Cinta Statistik telah memberikan kita pemahaman mendalam tentang pentingnya data yang akurat dan berkualitas. Dengan komitmen pengembangan dan implementasi Satu Data tahun depan, kita akan memastikan bahwa data ini tidak hanya tersedia, tetapi juga terintegrasi dan siap digunakan untuk meningkatkan pelayanan publik serta pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Prinsip Satu Data Indonesia, yang menjadi acuan dalam pengelolaan data di Kelurahan Laloeha, mencakup empat pilar utama:
Standar Data: Data yang dikumpulkan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan, baik dari segi format maupun definisi, sehingga dapat digunakan oleh berbagai pihak secara seragam dan konsisten.
Metadata: Setiap data yang dikumpulkan harus disertai dengan metadata yang jelas, yang menjelaskan tentang asal-usul, konteks, serta detail teknis dari data tersebut. Hal ini penting agar data bisa dipahami dan dianalisis dengan benar.
Interoperabilitas: Data yang tersedia harus bisa saling berkomunikasi dan bertukar informasi antar sistem, sehingga integrasi dan pemanfaatan data bisa berjalan lebih efektif di berbagai sektor.
Kode Referensi: Data harus menerapkan kode referensi dalam pengelolaan, pengolahan, ataupun penyajian. Hal ini dilakukan untuk memastikan konsistensi dan keseragaman data dari berbagai sumber. Hal ini memungkinkan data dari berbagai instansi bisa digabungkan dan dianalisis dengan lebih akurat.
Kemudian, untuk mendukung kelancaran implementasi Satu Data, Kelurahan Laloeha akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai instansi, seperti Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Komunikasi dan Informatika, serta masyarakat lokal. Sosialisasi lebih lanjut kepada warga juga akan dilakukan, agar masyarakat memahami manfaat dari Satu Data dan bagaimana data dari masyarakat dapat berkontribusi dalam proses pembangunan berkelanjutan.

